Kerja itu memang enak, asal…
January 15th, 2009 by zutewah, pulang subuh lagi, mana imsomnia kambuh…
gerimis datang
musnahlah gersang
ku tetap terjaga
aku tetap terjaga
habis terkuras
kelenjar air mata
ku tetap terjaga
aku tetap terjaga
insomnia…
insomnia…
ERK-Insomnia
Pas liat kalender, yup, hari ini 16 januari 2009. tak terasa sudah lebih setahun jadi perantauan. 8 bulan sudah saya menjadi penghuni tetap sei pelakar ini, lingkungan di mana suku anak dalam yg masih lalu lalang membawa kecepek(senapan api rakitan) untuk berburu gondit(babi hutan) sambil mengendarai motor yang sudah tidak karuan bentuknya.
Akses jalan ke lokasi ini sebenarnya tidaklah terlalu sulit, “paling cuman” perlu menempuh jalan tanah sejauh 15 km yang kalau musim hujan sebenarnya bisa alih fungsi sebagai lintasan off-road. Belum lagi kalau lagi beruntung dan bertemu begal di perjalanan, bisa pulang dengan berjalan kaki, coba bayangkan kalau lagi sial? bisa pulang tinggal kaki doang…
Awalnya merasa miris juga sama keadaan, tapi lama2 kerasan juga jadinya, atau lebih tepatnya dikeraskan. Namanya juga nyari nafkah, untungnya gak perlu sampai banting tulang (karna mmg bukan tukang jagal), apalagi peras keringat (mana ada tempat sauna di sini?). Apalagi kerjaan di sini sesuailah dengan pengalaman dan kebiasaan yang telah kupupuk dan kulatih selama belasan tahun, tdk percaya? ini salah satu contohnya, soalnya kalo saya sebutkan semuanya bisa2 nanti saingan saya bisa bertambah
Kemampuan tidur di sembarang tempat, Bayangkan saja kalau lagi kerja saya bisa tidur dimana saja, di kursi bisa, di lantai ayo, berdiri nyandar siapa takut, sambil jalanpun sering. Bahkan pak menejer jadi sangat memperhatikan saya karna kemampuan ini dan sering diungkit2 di dalam rapat. gimana? Hebat khan…
Jadi sebenarnya kerja itu enak, asal yang dibawah enak, eh salah, asal dibawa enak…